Wednesday, July 19, 2017

Berbahayakah Masturbasi Bagi Kesehatan Tubuh?

Entah pernyataan dari mana yang menyatakan bahwa masturbasi bisa memberikan kesehatan karena mengeluarkan sesuatu yang 'kotor' dari dalam tubuh. Sehingga karena pernyataan tersebut banyak orang meragukan bahaya masturbasi bagi kesehatan tubuh.

Berkata Syaikh Shalih Fauzan ketika ditanya tentang istimna' (onani), "Istimna' adalah memain-mainkan kemaluannya hingga mengeluarkan mani. Itu istimna'. Mereka menamakannya dengan al'aadah assirriyyah. Hal ini haram. Baik bagi orang yang berpuasa atau selainnya.

Berdasarkan firman Allah ta'ala, "Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki."

Dan istimna' atau masturbasi bukan termasuk perbuatan bersenang-senang dengan istri atau budak. Barang siapa yang mencari dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Maka apabila seseorang menyalurkan syahwat dengan selain istrinya, atau budak-budaknya maka dia orang yang melampaui batas dan hal itu haram. "Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya." Tidak boleh melakukan masturbasi dan itu disebut al-'aadah assirriyyah.

Para ahli fiqih menyatakan padanya terdapat penyakit, mereka menyatakan bahwa melakukan masturbasi dapat tertimpa penyakit pada kemaluannya, di tempat keluarnya air kencing dan air mani. Oleh karenanya hal itu diharamkan, karena menyebabkan madharat bagi tubuhnya."

Bahaya Masturbasi Bagi Kesehatan Tubuh


Perbuatan ini berbahaya. Ada orang yang biasa melakukan kebiasaan buruk ini sedemikian kerap sehingga membebani urat syaraf dan alat kelamin. Selain itu akibat sering mengeluarkan air mani setiap hari dengan tangan adalah;

a) Masturbasi tidak akan pernah memberikan kepuasan seks bagi pelakunya. Ia hanya memberikan kenikmatan pada batas-batas khayal dan membuat yang bersangkutan cenderung tidak puas.

b) Kebiasaan buruk seperti ini akan menjadikan lapisan urat saraf terpengaruh gerakan tangan sehingga sulit untuk merasa puas dengan gerakan normal hubungan seks.

c) Masturbasi membuat pelakunya bersikap berlebihan dan ketagihan. Hubungan seks secara normal memerlukan hadirnya dua orang dan tempat tertentu juga saat tertentu, sementara masturbasi kapan saja dapat dilakukan sesuai keinginan. Inilah yang menjadikannya ketagihan.

d) Perbuatan buruk seperti ini mengakibatkan amarah dan kemurungan. Usai melakukan perbuatan ini, si pelaku akan merasa berdosa dan bisa terkena penyakit kejiwaan. Perasaan seperti ii mendorongnya takut kepada hal yang belum diketahuinya dan banyak pertanyaan menggelitik jiwanya.

e) Masturbasi tidak memberikan kenikmatan seks sebenarnya. Bersetubuh adalah hal yang sangat penting bagi pasangan suami istri karena padanya terjadi pertemuan dua orang yang saling cinta dan bergantian memberikan kenikmatan sepanjang waktu. Dalam bersetubuh, tidak hanya alat kelamin yang mendapatkan haknya untuk merasakan nikmat, melainkan jiwa pun merasa senang dan nyaman, sedangkan masturbasi hanya dilakukan sendirian. Ia tidak lebih dari kegiatan menurunkan ketegangan alat kelamin semata.

f) Akibat sering mengeluarkan air mani bagi wanita justru lebih berbahaya. Sebab, dalam mempraktikkannya terkadang dengan cara menggosok-gosokkan sesuatu pada kemaluan untuk membangkitkan gairah seks, malah terkadang dengan cara memasukkan jari tangan ke liang sanggama, padahal itu bisa merusak kegadisan

Itu hanya sebagian kecil dampak dari melakukan masturbasi, belum lagi dampak di dalam tubuh salah satunya sperma menjadi buruk.

Sedemikian banyak madharat melakukan masturbasi, padahal Islam melarang perbuatan yang mengandung madharat walaupun sedikit. Tinggalkan masturbasi. Tidak ada manfaat mengeluarkan air mani sendiri. Islam memberikan solusi yg dengannya dapat mengendalikan syahwat yang menggebu; nikah dan puasa.

Artikel Terkait

Seorang Blogger amatir yang ingin sekali memberikan manfaat kepada orang banyak.


EmoticonEmoticon